Bursa Pelatih Baru Newcastle City, Antonio Conte Kembali Terlibat

By | October 22, 2021

Antonio Conte, mantan manajer Chelsea yang begitu kondang saat ini sedang dikabarkan bakal  masuk sebagai kandidat pengganti bagi Steve Bruce di Newcastle. Dari desas-desus yang beredar pergantian ini terjadi dalam rangka menindak lanjuti klub yang diambil alih oleh Public Investment Fund, konsorium dari Saudi Arabia. Uang sebesar 300 juta pounds telah digelontorkan demi pengambilalihan tersebut.

Belum Menangani Klub Lagi Pasca Inter Milan

Pelatih berkewarganegaraan tersebut memang sedang ‘menganggur’ seletah kontrak bersama kesebelasan Inter Milan rampung. Sukses mengantarkan Inter raih Scudetto pada musim lalu, tak heran rasanya bila tawaran terus berdatangan kepadanya.

Akan tetapi, Antonia Conte enggan mengambil kesempatan terikat kontrak dengan manajemen baru Newcastle United. Bukan tanpa alasan Conte menolak tim yang kini disokong dengan kekayaan dari Arab Saudi. Dia menyebut dirinya lebih suka untuk menangani tim yang memang sudah memiliki peluang juara.

Keadaan Newcastle di Perhelatan Liga Inggris

Pada Kamis lalu (7 Oktober 2021) proses pengambilalihan klub telah dituntaskan. Amanda Staveley ditunjuk untuk jadi tonggak pimpinan projek baru tersebut. Dia sempat menyatakan akan mendukung Steve Bruce untuk terus menjalankan pekerjaannya sebagai manager Newcastle United.

Hanya saja di saat yang sama Amanda Stavely juga menyatakan rasa khawatir terhadap resiko degradasi akibat klubnya kini terperosok di peringkat 19 klasemen Premier League.

Dengan adanya PIF dari Arab Saudi di balik klub Newcastle United terbuka peluang belanja pemain besar-besaran. Namun, kembali lagi peluang ini hanya bisa dimaksimalkan oleh orang yang benar-benar ahli menghidupkan kesebelasan dengan memilih para pemain secara cermat.

Antonio Conte Masih Memilih untuk Menunggu

Track record seorang Antonio Conte tidak boleh dipandang sebelah mata. Dirinya kerap masuk dalam pertimbangan sejumlah klub-klub besar karena prestasinya yang mengesankan. Lebih-lebih di Liga Inggris.

Pihak Newcastle juga nampaknya ‘tau diri’. Sadar bahwa pelatih 52 tahun itu cuma membuka peluang dengan klub-klub yang hanya kurang beberapa langkah dari trofi. Di lain pihak Newcastle United bersama rezim barunya bakal jadi sebuah projek jangka panjang.

Meski klub bisa mendapatkan pemain – pemain jempolan nantinya, namun tetap akan membutuhkan waktu agar tim bisa menjadi solid dan siap bersaing dengan klub-klub kandidat juara.

Baca Juga : 5 Kiper Man City Dalam Kurun 10 Tahun Terakhir

Sementara Antonio Conte pada musim panas yang lalu baru saja melepas kesempatan membina Tottenham dengan mengambil alih posisi pelatih sebelumnya. Padahal negosiasi yang panjang telah terjadi.

Sebelum ramai dikait-kaitkan dengan Newcastle pun Antonio Conte sudah lebih dulu diisukan akan menjadi pelatih yang menyingkirkan seorang Ole Gunnar Solskjaer di Man United.

Rupanya dia lebih cenderung pada opsi menunggu lagi pilihan lain yang lebih baik ketimbang buru-buru menginjakan kaki sebagai bagian di St. James’ Park.

Kilasan tentang pengambilalihan Newcastle oleh PIF pada dasarnya terselimuti banyak kontroversi. Hal tersebut berbarengan dengan turut sertanya Mohamed Bin Salman, sang Putra Mahkota. Liga Inggris pada akhirnya menyesetujui transisi tersebut dengan syarat ada jaminan secara hukum bahwa negara Arab Saudi tidak ikut campur mengendalikan klub.